Monday, September 5, 2011

TARBIYYAH RAMADHAN

sudah tinggal ramadhan,,bulan yg mulia dan indah dan ganjaran serta seribu satu rahsia stersembunyi dan disingkapkan ia utk ahli makrifah,,,sesama muhasabah,,perhatikan memolek,,selepas ramadhan,,byk tak bertambah iman dan taqwa kita,,ataupun sekadar mcm bulan2 biasa,,jika bertambah,,mudah bat amal,,senang berzikir,,insyallah,,ramadhan kita ,,yakni puasa kita baik,,tetapi jika sebaliknya,,bahkan semakin melarat malasnyee,,,hurmm,,muhasbah lah kembali,,,,

Monday, August 29, 2011

RAYA ,,,,,

SELAMAT HARI RAYA KPD SEMUA PENGUNJNG BLOG,,MAAF ZAHIR DAN BATIN DRI KAMI,,INSYALLAH LEPAS RAYA,,BLOG AKAN DIUPDATE,,DOA2KAN KAMI,HUHU

Friday, June 3, 2011

PENIPU,,,,,,BOHONG,,KEDUANYA PENYAKIT SIAL!!!


Hukum Berbohong dalam Islam
Kebohongan dan kepalsuan telah menjalar dan menjadi borok di segala lapisan masyarakat. Bahkan di Amerika berdasarkan sebuah survey terpercaya,didapatkan angka 91% dari warganya terbiasa berbohong. Sebagian umat Islampun ada yang kecanduan dengan sikap tercela ini. Tulisan di bawah ini, mudah-mudahan menguatkan kita untuk menghindari kebiasaan tercela tersebut.
Allah Ta’ala telah menjadikan umat Islam bersih dalam kepercayaan,segala perbuatan dan perkataannya. Kejujuran adalah barometer kebahagiaan suatu bangsa. Tiada kunci kebahagiaan dan ketentraman haqiqi melainkan bersikap jujur, baik jujur secara vertikal maupun horizontal.
Kejujuran merupakan nikmat Allah Ta’ala yang teragung setelah nikmatIslam, sekaligus penopang utama bagi berlang-sungnya kehidupan dankejayaan Islam. Sedangkan sifat bohong merupakan ujian terbesar jika menimpa seseorang, karena kebohongan merupakan penyakit yangmenggerogoti dan menghancurkan kejayaan Islam.
Dusta merupakan dosa dan aib besar, Allah Ta’ala berfirman:Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyaipengetahuan tentangnya. [Al-Isra': 36]
Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju Surga. Sungguh seseorang yang membiasakanjujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemungkaran, sedangkankemungkaran menjerumuskan ke Neraka. Sungguh orang yang selaluberdusta akan dicatat sebagai pendusta . [HR. Al-Bukhari dan Muslim ]
Bohong adalah perbuatan haram, karena membahayakan orang lain, tetapidalam kondisi tertentu berubah hukumnya menjadi mubah bahkan wajib.
Para ulama menetapkan pembagian hukum dusta sesuai dengan limakategori hukum syar’i, meskipun pada dasarnya hukum bohong adalahharam. Adapun pembagiannya adalah sbb:
Haram, yaitu kebohongan yang tak berguna menurut kacamata syar’i.
Makruh, yakni dusta yang dipergunakan untuk memperbaiki kemelut rumah tangga dan yang sejenisnya.
Sunnah, yaitu seperti kebohongan yang ditempuh untuk menakut-nakuti musuh Islam dalam suatu peperangan, seperti pemberitaan [yang berlebihan] tentang jumlah tentara dan perlengkapan kaum muslimin [agar pasukan musuh gentar].
Wajib, yaitu seperti dusta yang dilakukan untuk menyelamatkanjiwa seorang muslim atau hartanya dari kematian dan kebinasaan.
Mubah, misalnya yang dipergunakan untuk mendamaikan persengketaan di tengah masyarakat.
Tetapi sebagian ulama berpendapat, semua bentuk dusta adalah buruk dan harus dijauhi, sebab tidak sedikit ayat-ayat Al Qur’an yang mencelanya.
Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Dusta
Tipisnya rasa takut kepada Allah Ta’ala.
Usaha memutarbalikkan fakta dengan berbagai motifnya; baik untuk melariskan barang dagangan, melipatganda-kan keuntungan atau yang lain.
Mencari perhatian, seperti ikut dalam seminar dan diskusi dengan membawakan trik-trik dan kisah-kisah bohong menarik supaya para peserta terpesona.
Tiadanya rasa tanggung jawab dan berusaha lari dari kenyataan hidup.
Kebiasaan berdusta sejak kecil, baik karena pengaruh kebiasaan orang tua atau lingkungan tempat tinggalnya.
Merasa bangga dengan kebohong-annya, karena ia menganggap kebohongan itu suatu kecerdikan, kecepatan daya nalar dan perbuatan baik.
Dusta dalam Kenyataan Sehari-hari yang Harus Dihindari
Ungkapan seseorang: Telah saya katakan kepadamu seribu kali,masa belum paham juga. Ungkapan di atas tidak menunjukkan jumlahbilangannya, tetapi untuk menguatkan maksud. Jika ia hanya mengatakannya sekali, maka ia telah berdusta. Tetapi jika iamengatakannya berkali-kali walaupun belum sampai hitungan seribukali, maka ia tidak berdosa.
Contoh lain, seseorang berkata kepada temannya: Silakan dimakan, lalu dijawab: Terimakasih, saya sudah kenyang atau saya tidak bernafsu.
Hal-hal semacam itu dilarang [haram] jika tidak mengandung tujuanyang benar.
Ahli wira’i [orang-orang yang senantiasa memelihara dirinya dari unsur haram] sangat membenci basa-basi semacam ini.
Berdusta dalam memberitakan mimpi, padahal dosanya besar sekali. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya di antara kebohongan terbesar adalah seseorang yangmengaku [bernasab] kepada selain bapaknya, atau bercerita tentangmimpi yang tak pernah ia lihat, serta meriwayatkan atas RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam sesuatu yang tidak pernah beliaukatakan. [HR. Al Bukhari]
Mengelabuhi anak kecil dengan memanggilnya untuk diberi sesuatu,padahal ia tidak memiliki apa-apa. Misalnya, seseorang berkata: Nak kemari, bantu bapak ya, nanti bapak kasih duit, tetapi kemudian ia tidak memberinya apa-apa.
Menceritakan segala hal yang ia dengar.Cukuplah seseorang disebut pendusta, jika ia menceritakan segala hal yang ia dengar. [HR. Muslim]
Padahal sangat mungkin terjadi kekeliruan dalam pemberitaannya,karena ia tidak mengecek terlebih dahulu, tapi biasanya ia berdalih: Ini berdasarkan yang saya dengar.
Bagaimana jika berita itu tentang tuduhan zina Apa ia tetapmenyebarluaskannya tanpa bukti yang nyata Adakah di antara kita rela didakwa zina semacam ini
Berkata atau bercerita bohong yang lucu, agar massa pendengarnya tertawa. Neraka Wail [kehancuran] bagi orang yang berbicara kemudian berdusta supaya pendengarnya tertawa. Wail baginya, sungguh Wail sangat pantas baginya. [HR. Bazzar]
Terapi Penyembuhan Penyakit Tercela Ini
Jika Anda ingin mengerti keburukan sifat dusta dari dirimu sendiri,maka perhatikan kebohongan orang lain, niscaya Anda membencinya,merendahkan dan mengecamnya. Setiap muslim wajib memperbaharui taubat dirinya dari segala dosa dan kesalahan. Demikian pula ia wajib mencari dan memelihara berbagai macam sebab yang bisa membantunya dalam meninggalkan dan menjauhi sifat yang tidak terpuji ini.
Di antara sebab-sebab tersebut adalah:
Pengetahuan sang pelaku tentang keharaman dusta, siksanya yang berat dan selalu mengingat dalam setiap hendak berbicara.
Membiasakan diri dalam memikul tanggung jawab dalam segala halyang benar dan berbicara jujur, apapun resikonya.
Memelihara kata-katanya dan senantiasa mengoreksinya.
Mengubah tempat-tempat membual menjadi tempat-tempat ibadah,dzikir dan mempelajari ilmu.
Hendaknya para pembual tahu, mereka telah menyandang salah satusifat orang-orang munafik karena dustanya.
Hendaknya mereka juga memahami, dusta merupakan jalan menujukemungkaran yang nantinya bermuara di Neraka, sedangkan jujurmenuntun pelakunya ke Surga.
Hendaknya ia mendidik anak-anaknya secara Islami dan benar,mambiasakan mereka selalu jujur di setiap ucapan dan tindakannyaserta senantiasa jujur di hadapan mereka.
Hendaknya ia mengerti, kepercayaan relasinya akan berkurangkarena kebohongan-kebohongannya, bahkan bisa luntur sama sekali.
Hendaknya ia memahami, kebohongannya itu sangat membahayakan orang lain.
Akhirnya hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon agar kita dijauhkandari sifat tercela ini, sehingga kita termasuk golongan hamba-hambaNyayang selalu bersikap jujur dalam segala situasi dan kondisi. Amien
tapi,,kalau yg berbohong tu,,,berserban,,,berjubah,,aduh,,takut dicop munafik,,,jadi pada semua muslimin,,,,tinggal berbohong,,jujurlah walau dipndang pahit,,dunia,sahaja,,kalo di akhirat,,allah buka semua aib kita,,bohong kita,,tak malu ke,,,,wallahuallam

Saturday, May 21, 2011

KEBAIKAN LAPAR,,KEBURUKKAN KENYANG

1. Allah melarang kita melampau dalam makanan.
Firman Allah SWT: "Dan makan serta minumlah, dan janganlah melampau. Sesungguhnya Dia tidak suka orang-orang yang melampau."(Surah Al-A'raf)
2. Hanya dua pertiga perut.
Nabi SAW bersabda: "Tidak ada bekas yang dipenuhi oleh manusia lebih teruk dari perutnya. Cukuplah manusia itu memakan beberapa suapan yang menegakkan tulang tulang sulbinya. Jika dia tetap nak jugak makan banyak maka satu pertiga perutnya untuk makanan, satu pertiga minuman dan satu pertiga lagi dikosongkan."(Hadis Riwayat Tirmizi dan Abu Daud)
3. Lapar menyukarkan syaitan
Nabi SAW bersabda: 'Sesungguhnya syaitan lalu di dalam tubuh manusia seperti lalunya darah. Sempitkan laluan syaitan dengan lapar dan dahaga."(Hadis Riwayat Ibnu Abi Ad-Dunya)
4. Kenyang di dunia lapar di akhirat
Nabi SAW bersabda: "Maka sesungguhnya orang yang paling lama lapar pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak kenyang di dunia."(Hadis Riwayat Baihaqi dan At-Tirmizi )
5. Lapar adalah sunnah Nabi SAW
Abu Hurairah r.a berkata: "Nabi SAW dan ahli keluarganya tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut dengan roti gandum sehinggalah Baginda meninggal dunia."(Hadis Riwayat Muslim)
6. Perut yang boroi tidak disukai Nabi SAW
Suatu hari Nabi SAW melihat kepada lelaki yang boroi perutnya. Maka Nabi SAW menunjukkan kearah perut lelaki itu dengan jarinya, seraya bersabda: "Kalaulah makanan-makanan ini (yang menyebabkan perut boroi) diberikan kepada orang yang memerlukan adalah lebih baik."(Hadis Riwayat Ahmad, Hakim dan Baihaqi)
7. Orang yang kuat makan tidak ada nilai disisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda: "Maka didatangkan pada hari kiamat seorang yang besar, panjang, kuat makan dan kuat minum tetapi apabila ditimbang amalannya tidak ada sebesar nilai kepak nyamuk pun disisi Allah."(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
8. Hukum-hukum makan
Makan ini ada beberapa hukum:
1. Wajib: makan yang mengelakkan kematian
2. Sunnah: Makan beberapa suap ketika lapar
3. Harus: makan dan minum sehingga dua pertiga perut
4. Makruh: Lebih dua pertiga dan tidak penuh perut
5. Haram: Makan sehingga penuh perut
9. Keburukan Kenyang
Abu Sulaiman ad-Darani telah berkata: "Sesiapa yang kenyang maka mendapat enam keburukan:
1. Kehilangan kemanisan bermunajat
2. Susah hendak menghafal mutiara ilmu
3. Kurang rasa kasihan pada manusia lain kerana menganggap orang lain pun semuanya kenyang
4. Malas hendak beribadah
5. Bertambah nafsu syahwat
6. Orang-orang beriman sentiasa duduk di masjid dan orang-orang yang kenyang duduk ditempat-tempat kotor dan maksiat
10. Lapar sedikit adalah ubat yang mujarab


Khalifah Ar-Rasyid menghimpun beberapa pakar perubatan dan mencari apakah ubat yang tidak ada kesan buruk langsung. Ada timbul beberapa jawapan seperti air suam, kurma dan sebagainya. Tetapi telah ditolak oleh seorang yang paling banyak ilmu dikalangan mereka dengan jawapan-jawapan yang bernas dan diterima oleh pakar yang lain. Maka yang lain pun bertanya kepadanya apakah jawapan yang sebenar. Maka dia menjawab: "Ubat yang tidak ada kesan buruk disisiku adalah janganlah engkau makan melainkan setelah benar-benar lapar dan selesai makan dalam keadaan engkau masih ingin makan lagi (iatu makan sedikit sahaja)."
Maksud lapar yang terpuji disini adalah yang adalah lapar sedikit yang tidak membawa penyakit.  Adapun lapar yang boleh membawa penyakit adalah dilarang.
JADI,,IKUTLAH MCMNA SHEIKH2 KITA YG DALAM GAMBAR TU,,KERANA ITTIBA MEREKA ITU PADA NABI S.A.W,,,KECUALI GAMBAR ANA,..HEHE 

Friday, May 20, 2011

JAGAILAH HATI

Jaga mulut mu dari percakapan yang tidak berfaedah dan sia-sia. Diam mu lebih baik dari omong-omong kosong yang mengundangkan dosa. Kerana pulut santan binasa, kerana mulutlah badan binasa. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang selalu mengingati Allah SWT. Tidak kira di mana dan apa juga yang dilakukan, hati kita sentiasa mengingati Allah. Dengan menyebut dan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang. 

Berzikir tidak semestinya berada diatas sejadah. Boleh berzikir ketika memandu kereta ke tempat kerja, sedang memasak makanan tengahari, ketika sedang membasuh pakaian atau ketika dalam perjalanan dari satu destinasi ke destinasi yang lain.




Kehidupan kita di dunia ini hanyalah sebuah perjalanan ke suatu destinasi yang tetap akan kita semua kunjungi dan di sanalah nanti kita kan temui sebuah kehidupan yang abadi selama2nya. Jadi apakah bekalan kita sudah mencukupi untuk kesana? Atau sudah bersediakah kita untuk menghadapinya. Sekurang-kurangnya beramallah kita dengan zikir ini sebagai menampung amal kita.

Jangan bercakap melebihi ZIKRULLAH, sesungguhnya dengan banyak bercakap dan ketawa akan mengeraskan hati, dan apabila hati keras ia akan menjadi semakin jauh dari ALLAH SWT

Wednesday, May 18, 2011

ZINA BERLUASA TANDA KIAMAT SUDAH HAMPIR,,,BACA DAN PIKIAK LA SENDIRI!!

Inilah zaman yang sekarang kita hidup. Zaman yang kejahatan zina tersebar di mana-mana dan terlihat sebagai sesuatu yang biasa, sampai-sampai perbuatan ini masuk ke rumah kaum muslimin. Sehingga mudah kita dapatkan seseorang malah bangga ketika anaknya masuk ke rumah dengan menggandeng pacarnya. Kita berlindung kepada Allah dari musibah ini.

Sering juga kita dengar seorang gadis yang hamil di luar nikah. Kita akan melihat ayah dan ibunya sangat bingung dan malu. Namun, ketika ada seseorang yang siap menikahinya maka hilanglah kesedihan dan rasa malu. Bahkan tidak sedikit yang memeriahkan pesta pernikahan anaknya yang sudah mulai terlihat besar perutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebingungan dan rasa malu mereka bukan karena anak gadisnya melakukan zina, tapi karena anaknya hamil dan belum ada yang siap menjadi ayahnya. Na'udzu billah min dzalik!

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya yang tersebar bebas di masyarakat seperti majalah dan film parno, televisi dengan tayangan yang vulgar, sinetron umbar aurat, film layar lebar yang sering dengan bumbu aksi-aksi mesum, dan pertunjukan pornoaksi dalam bungkus hiburan musik, dan media-media lainnya.

Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Berikut ini beberapa keterangan hadits yang membenarkan kesimpulan di atas:

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

"Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna "merebaknya perzinahan" adalah zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. (Disarikan dari Fathul Baari)

Makna "merebaknya perzinahan" : zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina.

Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya."

Dalam hadist Aisyah radliyallah 'anha, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan:

"Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini." (Fathul Baari: 1/179)

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap dien dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.

. . . maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat . .

Zina Dianggap Halal

Pada akhir zaman banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan. Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya. Wal 'iyadl Billah!

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy'ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik." (HR. Bukhari)

Makna yastahilluuna (menghalalkan), menurut Ibnul 'Arabi adalah mereka meyakininya sebagai sesuatu yang halal, sehingga mereka terus-menerus melakukannya tanpa beban, seolah-olah menikmati sesuatu yang halal. (Disarikan dari ucapan Ibnul 'arabi dari Fathul Baari: 16/61 dari Maktabah Syamilah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, "alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini." (HR. Abu Ya'la. Al Haitsami berkata, "perawi-perawinya shahih." Lihat Majmu' Zawaid: 7/331)

Dan pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang yang jelek yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallah 'anhu:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (HR. Muslim)

Gambaran semacam ini sudah nampak di negeri kita, sebagaimana yang dilakukan para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Tapi, jika dibandingkan di Barat mungkin belum lah separah di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan yang di Barat pun akan terjadi di sini, sebagaimana fenomena akhir-akhir ini terjadi, sebagian orang sudah berani merekam perbuatan bejatnya bersama wanita zinanya. Maka mungkin saja, zina di jalan-jalan dapat terjadi.

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (al hadits)

Dari Abdullah bin Umar radliyallah 'anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.”

Fenomena zina di akhri zaman, boleh jadi lebih para daripada yang terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan. Bahkan, orang yang melarang zina dianggap melanggar HAM.

Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma berkata: "Mereka pada masa jahiliyah memandang zina yang lakukan dengan sembunyi-sembunyi tidaklah mengapa. Namun, mereka memandang buruk zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Lalu Allah mengharamkan zina yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan." (Dinukil dari Fathul Baari)

Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan.

Semoga mereka yang sudah terjerumus ke dalam kubangan haram segera kembali ke jalan yang benar. Meninggalkan segala bentuk keharaman dan mencari yang halal. Dan semoga Allah meneguhkan keimanan umat ini dari berbagai fitnah zaman yang menghawatirkan. Ya Allah, Tunjuki kami kepada kebenaran dan berilah kekuatan untuk mengikutinya. Dan palingkan kami dari kebatilan dan anugerahkan kami kekuatan untuk menjauhinya. Amin 





SUNGGUH PUN TERUK MASYARAKAT PADA HARI INI,,HANYA BOLEH DISELAMATKAN JIKA SERING BERSAMA DGN ULAMA2 AKHIRAT,,,TAK TERFIKIRKAH KITA BAGAIMANA DGN ADIK BERADIK KITA,,SEKARANG LEBIH BAHAYA APABILA AURAT2 KELUARGA KITA DITAYANGKAN DI DALAM FACEBOOK YG MENJADI TONTONAN BERJUTA2 MANUSIA,,MUHASABAH DIRI,,PERNAH KITA MENEGUR MEREKA,,,???MEMARAHI DAN MENASIHATI MEREKA??JIKA KITA DIAM,,KITALAH YG MENAGGUNG DOSA ITU ATAS DASR BERSUBAHAT TERINGAT PADA HADIS NABI YG MAFHUMNYA SIAPA YG REDA PADA MAKSIAT,,MAKA MAKSIATLAH DIA YAKNI SEPERTI ORG YG MELAKUKAN ITU,,DAN SIAPA YG REDA DGN KUFUR ,,MAKA KUFURLAH DIA SAMA SEPERTI ORG YG MELAKUKAN KUFUR,,,NAUZUBILLAH MIN ZALIK,,,TAMBAH LAGI USTAZ2 MODEN NI,,,COUPLE PULA DIHALALKAN,,ISH2,,,MERAPU SUNGGUH,,

Saturday, May 14, 2011

ANJING NERAKA(MEMBUAT ORANG MUKMIN SAKIT HATI)







Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :


· Jagalah lisanmu supaya
tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. 
· Bacalah Al-Qur'an 
· tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang
  lain. 
· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. 
· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. 
· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. 
· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada
   perangaimu yang tidak baik. 
· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. 
· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. 
· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. 

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."

Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T.