Saturday, May 21, 2011

KEBAIKAN LAPAR,,KEBURUKKAN KENYANG

1. Allah melarang kita melampau dalam makanan.
Firman Allah SWT: "Dan makan serta minumlah, dan janganlah melampau. Sesungguhnya Dia tidak suka orang-orang yang melampau."(Surah Al-A'raf)
2. Hanya dua pertiga perut.
Nabi SAW bersabda: "Tidak ada bekas yang dipenuhi oleh manusia lebih teruk dari perutnya. Cukuplah manusia itu memakan beberapa suapan yang menegakkan tulang tulang sulbinya. Jika dia tetap nak jugak makan banyak maka satu pertiga perutnya untuk makanan, satu pertiga minuman dan satu pertiga lagi dikosongkan."(Hadis Riwayat Tirmizi dan Abu Daud)
3. Lapar menyukarkan syaitan
Nabi SAW bersabda: 'Sesungguhnya syaitan lalu di dalam tubuh manusia seperti lalunya darah. Sempitkan laluan syaitan dengan lapar dan dahaga."(Hadis Riwayat Ibnu Abi Ad-Dunya)
4. Kenyang di dunia lapar di akhirat
Nabi SAW bersabda: "Maka sesungguhnya orang yang paling lama lapar pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak kenyang di dunia."(Hadis Riwayat Baihaqi dan At-Tirmizi )
5. Lapar adalah sunnah Nabi SAW
Abu Hurairah r.a berkata: "Nabi SAW dan ahli keluarganya tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut dengan roti gandum sehinggalah Baginda meninggal dunia."(Hadis Riwayat Muslim)
6. Perut yang boroi tidak disukai Nabi SAW
Suatu hari Nabi SAW melihat kepada lelaki yang boroi perutnya. Maka Nabi SAW menunjukkan kearah perut lelaki itu dengan jarinya, seraya bersabda: "Kalaulah makanan-makanan ini (yang menyebabkan perut boroi) diberikan kepada orang yang memerlukan adalah lebih baik."(Hadis Riwayat Ahmad, Hakim dan Baihaqi)
7. Orang yang kuat makan tidak ada nilai disisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda: "Maka didatangkan pada hari kiamat seorang yang besar, panjang, kuat makan dan kuat minum tetapi apabila ditimbang amalannya tidak ada sebesar nilai kepak nyamuk pun disisi Allah."(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
8. Hukum-hukum makan
Makan ini ada beberapa hukum:
1. Wajib: makan yang mengelakkan kematian
2. Sunnah: Makan beberapa suap ketika lapar
3. Harus: makan dan minum sehingga dua pertiga perut
4. Makruh: Lebih dua pertiga dan tidak penuh perut
5. Haram: Makan sehingga penuh perut
9. Keburukan Kenyang
Abu Sulaiman ad-Darani telah berkata: "Sesiapa yang kenyang maka mendapat enam keburukan:
1. Kehilangan kemanisan bermunajat
2. Susah hendak menghafal mutiara ilmu
3. Kurang rasa kasihan pada manusia lain kerana menganggap orang lain pun semuanya kenyang
4. Malas hendak beribadah
5. Bertambah nafsu syahwat
6. Orang-orang beriman sentiasa duduk di masjid dan orang-orang yang kenyang duduk ditempat-tempat kotor dan maksiat
10. Lapar sedikit adalah ubat yang mujarab


Khalifah Ar-Rasyid menghimpun beberapa pakar perubatan dan mencari apakah ubat yang tidak ada kesan buruk langsung. Ada timbul beberapa jawapan seperti air suam, kurma dan sebagainya. Tetapi telah ditolak oleh seorang yang paling banyak ilmu dikalangan mereka dengan jawapan-jawapan yang bernas dan diterima oleh pakar yang lain. Maka yang lain pun bertanya kepadanya apakah jawapan yang sebenar. Maka dia menjawab: "Ubat yang tidak ada kesan buruk disisiku adalah janganlah engkau makan melainkan setelah benar-benar lapar dan selesai makan dalam keadaan engkau masih ingin makan lagi (iatu makan sedikit sahaja)."
Maksud lapar yang terpuji disini adalah yang adalah lapar sedikit yang tidak membawa penyakit.  Adapun lapar yang boleh membawa penyakit adalah dilarang.
JADI,,IKUTLAH MCMNA SHEIKH2 KITA YG DALAM GAMBAR TU,,KERANA ITTIBA MEREKA ITU PADA NABI S.A.W,,,KECUALI GAMBAR ANA,..HEHE 

Friday, May 20, 2011

JAGAILAH HATI

Jaga mulut mu dari percakapan yang tidak berfaedah dan sia-sia. Diam mu lebih baik dari omong-omong kosong yang mengundangkan dosa. Kerana pulut santan binasa, kerana mulutlah badan binasa. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang selalu mengingati Allah SWT. Tidak kira di mana dan apa juga yang dilakukan, hati kita sentiasa mengingati Allah. Dengan menyebut dan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang. 

Berzikir tidak semestinya berada diatas sejadah. Boleh berzikir ketika memandu kereta ke tempat kerja, sedang memasak makanan tengahari, ketika sedang membasuh pakaian atau ketika dalam perjalanan dari satu destinasi ke destinasi yang lain.




Kehidupan kita di dunia ini hanyalah sebuah perjalanan ke suatu destinasi yang tetap akan kita semua kunjungi dan di sanalah nanti kita kan temui sebuah kehidupan yang abadi selama2nya. Jadi apakah bekalan kita sudah mencukupi untuk kesana? Atau sudah bersediakah kita untuk menghadapinya. Sekurang-kurangnya beramallah kita dengan zikir ini sebagai menampung amal kita.

Jangan bercakap melebihi ZIKRULLAH, sesungguhnya dengan banyak bercakap dan ketawa akan mengeraskan hati, dan apabila hati keras ia akan menjadi semakin jauh dari ALLAH SWT

Wednesday, May 18, 2011

ZINA BERLUASA TANDA KIAMAT SUDAH HAMPIR,,,BACA DAN PIKIAK LA SENDIRI!!

Inilah zaman yang sekarang kita hidup. Zaman yang kejahatan zina tersebar di mana-mana dan terlihat sebagai sesuatu yang biasa, sampai-sampai perbuatan ini masuk ke rumah kaum muslimin. Sehingga mudah kita dapatkan seseorang malah bangga ketika anaknya masuk ke rumah dengan menggandeng pacarnya. Kita berlindung kepada Allah dari musibah ini.

Sering juga kita dengar seorang gadis yang hamil di luar nikah. Kita akan melihat ayah dan ibunya sangat bingung dan malu. Namun, ketika ada seseorang yang siap menikahinya maka hilanglah kesedihan dan rasa malu. Bahkan tidak sedikit yang memeriahkan pesta pernikahan anaknya yang sudah mulai terlihat besar perutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebingungan dan rasa malu mereka bukan karena anak gadisnya melakukan zina, tapi karena anaknya hamil dan belum ada yang siap menjadi ayahnya. Na'udzu billah min dzalik!

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya yang tersebar bebas di masyarakat seperti majalah dan film parno, televisi dengan tayangan yang vulgar, sinetron umbar aurat, film layar lebar yang sering dengan bumbu aksi-aksi mesum, dan pertunjukan pornoaksi dalam bungkus hiburan musik, dan media-media lainnya.

Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Berikut ini beberapa keterangan hadits yang membenarkan kesimpulan di atas:

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

"Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna "merebaknya perzinahan" adalah zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. (Disarikan dari Fathul Baari)

Makna "merebaknya perzinahan" : zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina.

Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya."

Dalam hadist Aisyah radliyallah 'anha, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan:

"Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini." (Fathul Baari: 1/179)

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap dien dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.

. . . maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat . .

Zina Dianggap Halal

Pada akhir zaman banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan. Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya. Wal 'iyadl Billah!

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy'ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik." (HR. Bukhari)

Makna yastahilluuna (menghalalkan), menurut Ibnul 'Arabi adalah mereka meyakininya sebagai sesuatu yang halal, sehingga mereka terus-menerus melakukannya tanpa beban, seolah-olah menikmati sesuatu yang halal. (Disarikan dari ucapan Ibnul 'arabi dari Fathul Baari: 16/61 dari Maktabah Syamilah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, "alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini." (HR. Abu Ya'la. Al Haitsami berkata, "perawi-perawinya shahih." Lihat Majmu' Zawaid: 7/331)

Dan pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang yang jelek yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallah 'anhu:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (HR. Muslim)

Gambaran semacam ini sudah nampak di negeri kita, sebagaimana yang dilakukan para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Tapi, jika dibandingkan di Barat mungkin belum lah separah di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan yang di Barat pun akan terjadi di sini, sebagaimana fenomena akhir-akhir ini terjadi, sebagian orang sudah berani merekam perbuatan bejatnya bersama wanita zinanya. Maka mungkin saja, zina di jalan-jalan dapat terjadi.

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (al hadits)

Dari Abdullah bin Umar radliyallah 'anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.”

Fenomena zina di akhri zaman, boleh jadi lebih para daripada yang terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan. Bahkan, orang yang melarang zina dianggap melanggar HAM.

Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma berkata: "Mereka pada masa jahiliyah memandang zina yang lakukan dengan sembunyi-sembunyi tidaklah mengapa. Namun, mereka memandang buruk zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Lalu Allah mengharamkan zina yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan." (Dinukil dari Fathul Baari)

Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan.

Semoga mereka yang sudah terjerumus ke dalam kubangan haram segera kembali ke jalan yang benar. Meninggalkan segala bentuk keharaman dan mencari yang halal. Dan semoga Allah meneguhkan keimanan umat ini dari berbagai fitnah zaman yang menghawatirkan. Ya Allah, Tunjuki kami kepada kebenaran dan berilah kekuatan untuk mengikutinya. Dan palingkan kami dari kebatilan dan anugerahkan kami kekuatan untuk menjauhinya. Amin 





SUNGGUH PUN TERUK MASYARAKAT PADA HARI INI,,HANYA BOLEH DISELAMATKAN JIKA SERING BERSAMA DGN ULAMA2 AKHIRAT,,,TAK TERFIKIRKAH KITA BAGAIMANA DGN ADIK BERADIK KITA,,SEKARANG LEBIH BAHAYA APABILA AURAT2 KELUARGA KITA DITAYANGKAN DI DALAM FACEBOOK YG MENJADI TONTONAN BERJUTA2 MANUSIA,,MUHASABAH DIRI,,PERNAH KITA MENEGUR MEREKA,,,???MEMARAHI DAN MENASIHATI MEREKA??JIKA KITA DIAM,,KITALAH YG MENAGGUNG DOSA ITU ATAS DASR BERSUBAHAT TERINGAT PADA HADIS NABI YG MAFHUMNYA SIAPA YG REDA PADA MAKSIAT,,MAKA MAKSIATLAH DIA YAKNI SEPERTI ORG YG MELAKUKAN ITU,,DAN SIAPA YG REDA DGN KUFUR ,,MAKA KUFURLAH DIA SAMA SEPERTI ORG YG MELAKUKAN KUFUR,,,NAUZUBILLAH MIN ZALIK,,,TAMBAH LAGI USTAZ2 MODEN NI,,,COUPLE PULA DIHALALKAN,,ISH2,,,MERAPU SUNGGUH,,

Saturday, May 14, 2011

ANJING NERAKA(MEMBUAT ORANG MUKMIN SAKIT HATI)







Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :


· Jagalah lisanmu supaya
tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. 
· Bacalah Al-Qur'an 
· tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang
  lain. 
· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. 
· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. 
· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. 
· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada
   perangaimu yang tidak baik. 
· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. 
· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. 
· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. 

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."

Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T.

Friday, May 13, 2011

CINTA MUTLAQ HANYA PADA ALLAH S.W.T



Cinta Pada Allah oleh Ibnu Athoillah Asukandari

Sebagian ahli sufi mengatakan bahwa cinta itu adalah kecendrungan
hati kepada yang
Diinginkan dan disenangi. Adapun cinta kepada Allah menurut Imam Al
Ghazali adalah sebagai hasil dari ma'rifatulah. Oleh sebab itu beliau
berkata, "Ketahuilah bahwa tajalli (memperoleh kenyataan) keagungaan
Allah membawa manusia kepada khauf (takut kepada Allah). Tajalli
kecatikan dan keindahan Allah yang membawa manusia kepada rindu.
Tajalli sifat Allah membawa manusia kepada ciinta. Tajalli zat Allah
membawa manusia kepada Tauhid."

Abu Ali Dahaq berkata bahwa cinta kepada Allah adalah suatu
sikap mulia, yang dikaruniakan Allah kepadda hamba-Nya yang
dikehendaki oleh-Nya. Allah memberitahukan bahwa Dia mencintai hamba-
Nya dan hamba-Nya pun harus mencinati-Nya.
Al Junaid berkata, "Cinta kepada Allah itu adalah cenderung
kepada Allah dan apa saja yang bersangkutan dengan Allah, tanpa
ditekan." Seorang lagi berkata bahwa yang disebut cinta kepada Allah
itu adalah taat kepada Allah, meninggalkan laarangan-Nya dan ridla
dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah kepadanya.
Sahil berkata, "Barangsiapa cinta kepada Allah, dia hidup,
tetapi barangsiapa cinta kepada selain Allah, dia mati."

Sebagai tanda orang yang mencintai Alah adalah dengan
menyebut nama-Nya, selalu bertaubat kepada-Nya, menyerah dan menerima
ketentuan-Nya, serta bersedia meninggalkan nafsu syahwatnya, bahkan
bersedia mengorbankan segala-galanya demi kepentingan Allah.

Orang sufi berbeda pendapat tentang kedudukan ma'rifatullah
dan cinta kepada Allah. Mana yang lebih tinggi di antara keduanya.
Sebagian berpendapat cinta kepada Allah lebih tinggi dibandingkan
dengan ma'rifatullah, dan yang sebagian lagi berpendapat
ma'rifatullah lebih tinggi dari cinta kepada Allah.

Di antara orang sufi yang berpendapat bahwa cinta kepada
Allah lebih tinggi dari ma'rifatullah ialah Imam Al Ghazali. Beliau
berkata, "Cinta tidak akan teerjadi melainkan sesudah mencapai
ma'rifatullah."

Dari buku Pembersih Jiwa (Penerbit: Putra Pelajar, Surabaya 2001)







MARILAH SAMA2 BERMUJAHADAH UTKNYA,,KERANA TIADA SIAPA LAGI YANG DAPAT MENOLONG KITA HANYA DIA,,,KERNA ITU MUHASABAH DIRI KITA,,A=CUKUPKAH AMALAN KITA,,,REDHA KAH ALLAH PADA KITA,,YA ALLAH,,KAMI HAMBA YG LEMAH,,KUATKANLAH KEIMANAN SERTA KETAQWAAN DAN JADIKANLAH KAMI BERSAMA PARA ARIFBILLAH DI DUNIA DAN DI AKHIRAT,,AMIN

Wednesday, May 11, 2011

TAUBATLAH SEBELUM MATAHARI TERBIT DARI BARAT

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Anas RA disebutkan bahwa telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. Dia lalu berkata, ”Ya, Rasulullah, sesungguhnya aku telah berbuat dosa.” Nabi menjawab, ”Mintalah ampun kepada Allah.” Lelaki itu kembali berkata, ”Aku bertobat, kemudian kembali berbuat dosa. ” Nabi bersabda, ”Setiap kali engkau berbuat dosa, maka bertobatlah, hingga setan putus asa.” Lelaki itu berkata lagi, ”Ya, Nabi Allah, kalau begitu dosa-dosaku menjadi banyak.” Maka, Nabi bersabda lagi, ”Ampunan Allah SWT lebih banyak daripada dosa-dosamu.”
Hadis Nabi Muhammad SAW ini mengisyaratkan bahwa meminta ampunan kepada Allah SWT selalu berkaitan dengan dosa dan salah. Meminta ampun sering kali dihubungkan dengan bertobat kepada Allah SWT. Keduanya merupakan aktivitas keagamaan yang harus dilakukan setiap manusia. Sebab, manusia adalah ciptaan Allah SWT yang secara fitrah dibekali dengan sikap salah dan lupa.
Permintaan ampun tidak akan menuai hasil bila tidak disertai dengan bertobat kepada-Nya,dan meminta maaf kepada orang yang dizalimi.
Tobat merupakan salah satu maqam di dalam dunia tasawuf. Bagi kalangan sufi, bertobat berarti meninggalkan sesuatu yang tercela dan terlarang yang ditetapkan di dalam ajaran agama (Islam) demi mencapai sesuatu yang terhormat, mulia, dan terpuji di sisi Allah SWT.
Bertobat adalah pengakuan dan penyesalan terhadap perbuatan alpa dan dosa. Ketika ditanya tentang tobat, sufi Sahl Ibn ‘Abd Allah dan Al Junaid menjawab, ”Tobat ialah engkau tidak mengingat dosamu.” Al-Junaid menjelaskan bahwa melupakan dosa berarti tidak lagi mengingat dosa-dosa yang telah diperbuat yang melekat dalam hati.
Ada tiga syarat yang harus dipenuhi seseorang bila tobatnya ingin diterima Allah.
Pertama, menyesali diri, karena telah telanjur melakukan maksiat dan melanggar ketentuan-ketentuan agama.
Kedua, menjauhkan dan meninggalkan diri dari semua maksiat kapan dan di mana saja berada.
Ketiga, berkemauan dan berjanji pada diri sendiri secara sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kemaksiatan, karena menyadari bahwa perbuatan maksiat menghalangi hubungan dia dengan Tuhannya dan dapat memutus
hubungan dengan sesamanya.
Terakhir, orang yang telah berbuat salah dan mau bertobat, harus meminta maaf kepada orang yang dizalimi. Meminta dan memberi maaf merupakan dasar bagi terwujudnya ishlah. Dalam konteks kehidupan sosial-politik masyarakat kita kini, pemaafan masih tetap relevan.
Dalam pengertian umum, pemaafan berarti ‘mengingat’ dan sekaligus memaafkan. Dalam Islam, proses ini disebut sebagaimuhasabah (introspeksi), yakni saling ‘menghitung’ atau ‘menimbang’ peristiwa-peristiwa pahit yang telah melukai pihak-pihak tertentu.
Melalui muhasabah, berbagai pihak melakukan perhitungan dan sekaligus penilaian moral terhadap kejadian-kejadian yang pernah berlaku yang mungkin merugikan perorangan maupun masyarakat luas.
Muhasabah(intropeksi) sangat dianjurkan oleh Islam, sebagaimana yang disebutkan dalam alqur’an Surat al-Hasyr ayat 18 :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (alhasyr 18)
Pelaksanaannya tidak perlu menunggu akhir tahun atau bahkan bulan Ramadhan seperti sekarang, namun hendaknya dilakukan setiap saat dan setiap detik agar kita mawas diri tentang apa yang telah kita lakukan.
Paling tidak ada dua hal yang yang patut kita berintropeksi,
Pertama : perihal hubungan kita kepada Allah SWT (hablumminallah), bagaimanakah hubungan kita dengan Sang Khalik, apakah kita sudah benar-benar melaksanakan apa yang menjadi perintah-NYA dan meniggalkan larangan-NYA?, apakah kita telah menjadi hamba yang bersyukur akan segala ni’mat-NYA?.
Kedua : Hubungan kita antar sesama makhluk (hablumminannas). Apakah kita sudah benar-benar bergaul antar sesama dengan baik, saling menyangangi dan menghormati?  Apakah kita sudah membantu dan menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah?, Dan seterusnya.
Tentunya masing-masing kita tahu akan jawabannya, jadi hendaknya kita selalu menghidupkan ruh muhasabah
(intropeksi) dalam diri kita masing-masing agar kita selalu berada dijalan yang di ridhoi Allah SWT.
Marilah kita sama-sama selalu meminta ampunan  kepada sang pencipta semesta alam, ini agar segala dosa-dosa kita yang telah kita perbuat di ampuni Nya. Dan meninggal kan apa-apa yang di larang Allah SWT kepada ummat nya.(PV)





Thursday, May 5, 2011

TUAN GURU USTAZ ABDUL RAOF AL BAHANJIE (TRADISI ILMU)

GURU KAMI YANG DIKASIHI DAN AMAT DISANYANGI,,MOGA2 ALLAH MEMANJANGKAN UMURNYA DAN MENYIHATKAN BELIAU AMIN,,,

Tuesday, May 3, 2011

SERBAN MAHKOTA 3

JADIKANLAH KAMI SEPERTI MEREKA YA ALLAH,,,JADIKANLAH ILMU KAMI SEPERTI MEREKA YA ALLAH,,,JADIKANLAH HATI KAMI BERSIH SEPERTI MEREKA YA ALLAH,,JADIKANLAH KAMI DI KALANGAN MEREKA YA ALLAH,,JADIKANLAH KAMI DAN MEREKA BERSAMA RASULULLAH S.A.W DI SYURGA NANTI YA ALLAH,,,,YA ALLAH,,YA ALLAH,,KAMI RINDU SERTA KASIHI MEREKA YA ALLAH.,,AMPUNKANLAH KAMI YA ALLAH,,YA ALLAH,,AMPUNKANLAH DOSA GURU2 KAMI,,DGN MEREKA KAMI MENGENALMU YA ALLAH,,AMIN,,

BAB IKHLAS,,AMBIL UPAH,,HE,,USTAZ SHAHUL HAMID AN NAQSHABANDI